Agats – Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Negeri 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat Tahun 2026 resmi dibuka. Pembukaan berlangsung di Aula Wiyata Mandala pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, SE., M.Pd, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Alexander Jacobus Yamlean, S.Pd., M.Pd. Hadir pula para guru dan siswa SMKN 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat yang akan mengikuti PKL.
Rangkaian acara diawali dengan laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Alexander Jacobus Yamlean, S.Pd., M.Pd. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa PKL merupakan bagian dari pembelajaran di SMK yang memberi peserta didik pengalaman kerja nyata, sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman kerja nyata, meningkatkan pengetahuan dan kompetensi siswa, serta membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan etos kerja. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan siap memasuki dunia kerja.
Ketua panitia melaporkan bahwa PKL dijadwalkan berlangsung mulai 21 September hingga 20 November 2026. Pesertanya berasal dari dua jurusan, yaitu Seni sebanyak 37 siswa dan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) sebanyak 60 siswa. Penempatan siswa disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing, dan panitia terus berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Selain itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber untuk membekali peserta. Mereka berasal dari BBPPMPV KPTK Makassar untuk jurusan NKPI, BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta untuk bidang seni, kriya kayu, dan rotan, Kantor SAR, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, serta guru jurusan SMKN 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat.
Di akhir laporannya, ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ia berharap dukungan pimpinan dan pembimbing di tempat PKL terus berlanjut, dan para peserta pulang dengan bekal ilmu serta pengalaman yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menegaskan bahwa sekolah menengah kejuruan (SMK) dirancang untuk mencetak lulusan yang siap bekerja di dunia industri. Karena itu, PKL menjadi bagian penting dalam proses pendidikan vokasi.
“Anak-anak SMK ini disiapkan sebagai tenaga siap kerja. Melalui PKL, kalian belajar langsung bagaimana dunia kerja dan dunia industri berjalan, sehingga keterampilan yang didapat di sekolah benar-benar bisa dipraktikkan,” ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung program hilirisasi industri yang sedang didorong pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja terampil, dan lulusan sekolah vokasi seperti SMK berada di posisi yang tepat untuk mengisinya.
“Hilirisasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan siap pakai. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh generasi muda kita, khususnya siswa SMK,” tambahnya.
Bupati berpesan agar para siswa memanfaatkan masa PKL sebaik-baiknya dengan menjaga sikap, disiplin, dan etika selama di tempat praktik, serta membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Asmat. Beliau juga meminta guru pembimbing mendampingi siswa secara maksimal.
Dengan dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan berharap PKL dapat meningkatkan kompetensi, kesiapan mental, dan wawasan siswa tentang dunia kerja. Dengan bekal itu, lulusan SMKN 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat diharapkan mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.






















