Agats, – Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat menggelar sosialisasi indikator kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) bagi operator sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 26-30 Oktober 2026, di Aula Wiyata Mandala, Agats.
Senin (26/10/2026), kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Alexander J. Yamlean, M.Pd. Hadir pula Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Yohanes Konam, serta Admin Dapodik Kabupaten Asmat, Markus Batlyayeri.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator sekolah dalam mengelola data pendidikan yang lengkap, valid, dan mutakhir, sekaligus memperkuat tata kelola perencanaan dan penganggaran sekolah melalui aplikasi ARKAS.
Admin Dapodik Kabupaten Asmat, Markus Batlyayeri, menyampaikan bahwa kualitas data merupakan aspek penting dalam mendukung perencanaan program dan pengambilan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. Menurutnya, perhatian utama dalam sosialisasi ini mencakup validasi data satuan pendidikan, sarana dan prasarana (sarpras), serta data peserta didik agar seluruh informasi dalam sistem sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Operator sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kualitas data pendidikan. Karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara kepala sekolah, operator, dan Admin Dapodik agar data yang dikelola benar-benar lengkap, valid, dan mutakhir,” ujar Markus.
Ia menegaskan bahwa peningkatan Indeks Kualitas Dapodik (IKD) Kabupaten Asmat merupakan tanggung jawab bersama dan memerlukan koordinasi serta komitmen dari tingkat satuan pendidikan hingga pengelola data di tingkat kabupaten. Hal ini menjadi penting menjelang batas waktu (cut-off) pemutakhiran data sarpras pada 30 Oktober 2026, sehingga seluruh operator diharapkan segera memeriksa kelengkapan data, memperbaiki ketidaksesuaian, dan menyelesaikan pemutakhiran tepat waktu.
Selain kualitas Dapodik, peserta juga mendapat pemahaman mengenai penggunaan ARKAS dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan anggaran sekolah agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Pada hari kedua, kegiatan diikuti langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, S.E., M.Pd. Dalam arahannya, Kepala Dinas menegaskan bahwa data yang akurat adalah fondasi utama bagi setiap kebijakan pendidikan. Menurutnya, perencanaan program, penyaluran bantuan, hingga pengelolaan anggaran sekolah hanya dapat berjalan tepat sasaran apabila didukung data yang benar.
Ia meminta para operator sekolah bekerja dengan teliti, jujur, dan penuh tanggung jawab dalam menginput serta memutakhirkan data, serta tidak menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu. Kepala Dinas juga mendorong operator untuk aktif berkoordinasi dengan kepala sekolah dan Admin Dapodik, serta memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk memperdalam pemahaman terkait Dapodik dan ARKAS.
“Operator sekolah adalah garda terdepan data pendidikan. Kualitas data kita hari ini menentukan ketepatan kebijakan pendidikan di Asmat ke depan,” tegasnya.
Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman para operator Dapodik Kabupaten Asmat dalam mengelola data pendidikan serta memanfaatkan aplikasi pendukung perencanaan dan penganggaran sekolah. Antusiasme peserta selama kegiatan diharapkan menjadi modal penting untuk mewujudkan satu data pendidikan yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Asmat.

























