AGATS – Pemerintah Kabupaten Asmat melaksanakan Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Asmat dan Bunda PAUD Distrik Tahun 2026 di Aula Wiyata Mandala, Senin (12/10/2026). Pada kesempatan ini, Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST., M.Si, mengukuhkan Ny. Me Ing Thera Safanpo sebagai Bunda PAUD Kabupaten Asmat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga ke kampung-kampung di Asmat.
Acara dihadiri Bupati Asmat, Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, S.Th, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, S.E., M.Pd, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Sejumlah Bunda PAUD Distrik turut dikukuhkan, yakni Mathilda A. Kamona sebagai Bunda PAUD Distrik Agats; Dahniar Amirudin Nustarim sebagai Bunda PAUD Distrik Atsjy; Maria Kamisopa Muyak sebagai Bunda PAUD Distrik Sawa Erma; Susani Rentani Rahail sebagai Bunda PAUD Distrik Sorep; Betnadetha Diana Helyanan Jamlean sebagai Bunda PAUD Distrik Unir Sirau; Yuniati Langan Saleko sebagai Bunda PAUD Distrik Siret; serta Rut Yolanda Amauruf Kambu sebagai Bunda PAUD Distrik Awyu.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Barbalina Toisuta, S.E., M.Pd, menyampaikan terima kasih kepada Bupati atas perhatian dan dukungan yang besar terhadap pendidikan anak usia dini di Asmat. Menurutnya, PAUD adalah pintu pertama pendidikan. Anak yang mengikuti PAUD dengan baik dinilai lebih siap belajar dan lebih kecil kemungkinannya putus sekolah di kemudian hari.
Kepala Dinas mengakui layanan PAUD di Asmat masih menghadapi tantangan. Belum semua kampung memiliki PAUD. Banyak pendidik PAUD yang mengabdi dengan ketulusan hati, tetapi masih membutuhkan pelatihan dan dukungan kesejahteraan. Kondisi wilayah yang terdiri dari rawa dan sungai juga membuat pembinaan ke kampung membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Pendidikan sendiri, Bunda PAUD Kabupaten dan Bunda PAUD Distrik diharapkan menjadi penggerak yang menyatukan langkah pemerintah, lembaga adat, gereja, masjid, dunia usaha, dan orang tua. Dinas Pendidikan menyatakan siap menjadi mitra kerja dengan dukungan data, pendampingan teknis, dan pelatihan bagi pendidik PAUD, sehingga gerakan ini menjangkau anak-anak di kampung terjauh.
Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa pada 12 sampai 15 Oktober 2026 di Kota Agats dilaksanakan pelatihan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan satuan PAUD, yang melibatkan satuan PAUD di ibu kota Asmat maupun dari distrik dan kampung. Di akhir sambutan, Kepala Dinas mengucapkan selamat mengemban amanah kepada para Bunda PAUD, dengan harapan terwujudnya anak-anak Asmat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bangga akan budayanya.
Sementara itu, Bupati Asmat menjelaskan bahwa menurut aturan, pengukuhan Bunda PAUD kabupaten seharusnya dilakukan oleh Bunda PAUD Provinsi Papua Selatan. Namun, posisi tersebut sudah sekitar dua tahun belum terisi. Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan provinsi, dan dari koordinasi tersebut disepakati bahwa pengukuhan dapat dilakukan oleh Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting karena menjadi fondasi perkembangan dan pembelajaran anak. Masa emas (golden age) disebut sebagai periode ketika anak cepat menyerap kemampuan literasi, numerasi, dan linguistik, sehingga pendampingan dan stimulasi yang tepat perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Bupati juga menyoroti masih adanya kendala kemampuan membaca, menulis, dan berhitung di kalangan peserta didik. Menurutnya, kegiatan belajar di PAUD perlu diperkuat agar tidak berhenti pada aktivitas menari, menyanyi, dan berdoa, tetapi juga menyiapkan anak untuk belajar pada jenjang berikutnya.
Untuk memetakan persoalan tersebut, tahun ini Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan tes kemampuan akademik bagi peserta didik kelas VII di seluruh SMP, yang mencakup membaca, menulis, dan berhitung. Hasilnya menunjukkan masih banyak kendala yang perlu ditangani. Sebagai langkah pembenahan, pemerintah daerah juga tengah merintis taman kanak-kanak percontohan di Agats yang diharapkan menjadi rujukan praktik pembelajaran bagi sekolah lain.
Bupati menyampaikan bahwa selama setahun terakhir Pemerintah Kabupaten Asmat bekerja sama dengan Yayasan Surabaya Grammar School yang menggunakan kurikulum Cambridge. Pada tahun depan, direncanakan kehadiran guru bahasa Mandarin dan bahasa Inggris di Asmat. Bupati mengingatkan semua pihak agar tidak cepat berpuas diri atas capaian pembangunan pendidikan dan terus meningkatkan mutu secara berkelanjutan.Bupati juga meminta para kepala distrik mendukung Bunda PAUD melalui perencanaan anggaran distrik, termasuk dukungan hibah bagi kegiatan Bunda PAUD. Menurutnya, pengukuhan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, karena kerja para Bunda PAUD hari ini akan berdampak pada masa depan anak-anak Asmat. Kepada Kepala Dinas Pendidikan, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa senang karena pelatihan guru kerap dilaksanakan. Bupati juga mendorong kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam program 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta berharap Bunda PAUD Kabupaten dan Bunda PAUD Distrik memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan D






























