Agats, 16 Juli 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat menggelar kegiatan Sambutan dan Pengenalan Guru Kontrak Luar Papua Gelombang III Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Wiyata Mandala, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para guru kontrak sebelum melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Asmat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, SE., M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Alexander J. Yamlean, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Amos Rully, para Kepala Seksi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, serta seluruh kontingen Guru Kontrak Luar Papua Gelombang III Tahun 2026.
Program Guru Kontrak Luar Papua Gelombang III Tahun 2026 merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan dengan tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan tenaga pendidik yang berkualitas untuk mendukung pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Asmat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi geografis Kabupaten Asmat yang memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Beliau mengajak seluruh guru kontrak untuk memahami karakteristik wilayah penugasan serta membangun semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Asmat.
Lebih lanjut, Kepala Dinas menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asmat saat ini tengah merealisasikan program prioritas Bupati Asmat, yakni pengembangan Sekolah Dasar Unggulan. Sekolah tersebut akan mengadopsi Kurikulum Cambridge, sehingga membutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi, khususnya guru Bahasa Inggris, agar peserta didik mampu menguasai bahasa Inggris sebagai bagian dari standar pembelajaran yang diterapkan.
"Ke depan akan ada beberapa guru yang ditempatkan di Sekolah Dasar Unggulan. Kebutuhan guru Bahasa Inggris menjadi prioritas karena sekolah tersebut akan mengadopsi Kurikulum Cambridge. Proses seleksi nantinya akan ditangani oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa para guru kontrak Gelombang III patut bersyukur karena pemerintah daerah kini telah menyediakan Rumah Singgah Guru. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para guru yang bertugas di distrik maupun wilayah pedalaman. Dengan adanya rumah singgah, para guru yang kembali ke Kota Agats untuk memenuhi kebutuhan maupun keperluan administrasi tidak lagi mengalami kesulitan mencari tempat tinggal sementara.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Amos Rully, dalam arahannya menegaskan bahwa penempatan guru akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Beberapa guru nantinya akan ditempatkan di wilayah perkotaan, di antaranya di SD Negeri 1 Terpadu dan TK Negeri 1, sementara sebagian besar lainnya akan bertugas di distrik-distrik.
Ia mengingatkan agar para guru tidak membandingkan lokasi penugasan, melainkan memaknai setiap penempatan sebagai bentuk pengabdian kepada dunia pendidikan. "Sebagai tenaga pendidik, kita harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan daerah. Jangan ada rasa cemburu antara guru yang ditempatkan di kota maupun di distrik. Semua memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencerdaskan anak-anak Asmat," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan berharap kehadiran Guru Kontrak Luar Papua Gelombang III Tahun 2026 dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi peserta didik, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan yang lebih maju, merata, dan berkualitas di Kabupaten Asmat.













