Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat melaksanakan kegiatan Orientasi Tenaga Pendidik Luar Papua Tahap III Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 Agustus 2026, bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat.
Kegiatan orientasi ini diikuti oleh para tenaga pendidik kontrak luar Papua yang akan melaksanakan tugas pendidikan di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Asmat. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada para tenaga pendidik mengenai kondisi, karakteristik wilayah, serta tantangan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Asmat.
Kegiatan turut dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Asmat, Thomas E. Safanpo, ST., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, S.E., M.Pd., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Amos Rully, serta para tenaga pendidik kontrak luar Papua.

Dalam sambutannya, Bupati Asmat Thomas E. Safanpo memberikan gambaran mengenai kondisi geografis Kabupaten Asmat yang memiliki karakteristik wilayah dan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Ia menekankan bahwa keberadaan tenaga pendidik luar Papua diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Asmat.
Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat berharap para tenaga pendidik dapat memberikan dasar pendidikan yang kuat, khususnya dalam kemampuan literasi dan numerasi.
“Kami segenap Pemerintah Daerah sangat berharap Bapak dan Ibu tenaga pendidik luar Papua dapat menghasilkan siswa-siswi yang mampu literasi dan numerasi. Kami tidak berharap Bapak dan Ibu harus membuat anak-anak menjadi jenius. Cukup mereka bisa membaca, memahami, menulis, dan berhitung dengan baik. Itu sudah menjadi hal yang sangat penting bagi pendidikan di Asmat.”
Selain itu, Bupati juga berpesan agar para tenaga pendidik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat tugas, serta memiliki komitmen untuk betah dan mengabdi di wilayah penempatan masing-masing.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, S.E., M.Pd., memberikan penguatan kepada para tenaga pendidik mengenai pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sekolah, masyarakat, orang tua, dan terutama peserta didik. Ia menekankan bahwa tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pendamping, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak di tempat tugas.
Kepala Dinas juga mengingatkan para guru untuk memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat serta mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik di Kabupaten Asmat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari kemampuan guru dalam membangun kepercayaan, kedisiplinan, karakter, dan semangat belajar anak-anak.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan orientasi diisi dengan berbagai materi pembekalan yang bertujuan mempersiapkan para tenaga pendidik sebelum menjalankan tugas di satuan pendidikan masing-masing. Pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Asmat.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi QnA dan diskusi interaktif. Para tenaga pendidik diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, kendala, serta hal-hal yang perlu diketahui berkaitan dengan pelaksanaan tugas di wilayah penempatan. Sesi ini berlangsung secara terbuka dan menjadi ruang bagi para peserta untuk memperoleh penjelasan langsung dari pihak Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan.
Melalui kegiatan Orientasi Tenaga Pendidik Luar Papua Tahap III Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Asmat dan Dinas Pendidikan berharap para tenaga pendidik dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, mampu beradaptasi dengan lingkungan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Asmat.
Dengan semangat pengabdian dan komitmen bersama, kehadiran para tenaga pendidik diharapkan dapat membantu mewujudkan generasi Asmat yang memiliki kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.








