Agats, Asmat – 13 Juni 2026 — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta menekan tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Asmat, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat melaksanakan kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berlangsung selama dua hari, pada 12–13 Juni 2026.
Kegiatan diawali pada 12 Juni 2026 yang bertempat di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh narasumber dari BPMP Provinsi Papua Selatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat Alexander J. Yamlean, Kepala Bidang GTK Amos Rully, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Bonaventura Silu, para staf Dinas Pendidikan, kepala kampung, serta para ketua RT dari berbagai wilayah di Kabupaten Asmat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Alexander J. Yamlean, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga aparat kampung dan keluarga.
Beliau menyampaikan bahwa sosialisasi penanganan ATS saat ini memang diawali dari wilayah Agats dan sekitarnya sebagai langkah awal pelaksanaan program. Namun demikian, sasaran utama kegiatan ini adalah menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Asmat secara bertahap dan berkelanjutan.
"Kami berharap para kepala kampung dan ketua RT yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Anak-anak yang masih berada di usia sekolah harus didorong untuk kembali mengikuti pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan generasi Asmat," ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk aktif memberikan pemahaman kepada para orang tua agar semakin peduli terhadap pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, kesadaran keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah anak putus sekolah dan memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari BPMP Provinsi Papua Selatan. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi dan tantangan tingginya angka ATS di Kabupaten Asmat, faktor-faktor penyebab anak tidak bersekolah, serta strategi penanganan yang dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pada hari kedua, 13 Juni 2026, kegiatan dilanjutkan dengan turun lapangan untuk melakukan pendataan langsung terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS). Tim yang terdiri dari perwakilan BPMP Provinsi Papua Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat melakukan pendataan di Kampung Aswetsy dan wilayah Bis Agats.
Kegiatan pendataan meliputi pengumpulan biodata anak, identifikasi kondisi pendidikan, serta penelusuran faktor-faktor yang menyebabkan anak belum atau tidak lagi mengikuti pendidikan. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program dan kebijakan penanganan ATS yang lebih tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, BPMP Provinsi Papua Selatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjamin hak pendidikan setiap anak. Upaya penanganan ATS diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi terwujudnya sumber daya manusia Asmat yang lebih berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
~Photo taken by Bayu Indrayanto











