Agats, 30 Desember 2025 - Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Tenaga Guru Kontrak Luar Papua Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Aula Woroucem Badan Kesbangpol Kabupaten Asmat pada Sabtu (20/12/2025) ini dihadiri langsung oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST.,M.Si, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat beserta jajarannya.
Sebanyak 84 guru kontrak yang berasal dari luar Papua hadir dalam agenda rutin tahunan ini. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana efektivitas proses belajar mengajar serta dampak kehadiran tenaga pendidik tersebut terhadap peningkatan mutu pendidikan di wilayah-wilayah pedalaman Asmat.
Apresiasi Atas Dedikasi di Pedalaman
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat memaparkan laporan penyelenggaraan pendidikan di satuan-satuan pendidikan yang diampu oleh para guru kontrak luar papua. Ia menekankan pentingnya sinergi antara guru dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Bupati Asmat, dalam arahan dan evaluasinya memberikan apresiasi yang mendalam bagi para guru yang telah menunjukkan dedikasi tinggi di daerah pedalaman.
"Saya menerima laporan langsung dari masyarakat bahwa ada guru kontrak yang tidak hanya mengajar di jam sekolah, tetapi juga memberikan les tambahan bagi siswa yang tertinggal pelajaran hingga malam hari. Inilah bentuk pengabdian yang kami harapkan untuk memajukan anak-anak Asmat," ujar Bupati.
Refleksi Melalui Tulisan Tangan
Ada yang berbeda dalam proses evaluasi kali ini. Bupati meminta seluruh guru kontrak luar papua untuk menuliskan secara langsung (tulisan tangan) pengalaman mengajar mereka selama bertugas. Tulisan tersebut mencakup tantangan, kendala lapangan, hingga hal-hal menarik yang ditemui selama di penempatan.
Langkah ini diambil agar Pemerintah Daerah mendapatkan data kualitatif yang jujur mengenai kondisi riil pendidikan di lapangan. Selain itu, para guru juga diminta menuliskan pernyataan tertulis kepada Bupati mengenai kesediaan mereka untuk melanjutkan kontrak kerja pada tahun 2026 mendatang.
Kerja Sama dengan Universitas Sanata Dharma
Menatap tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Asmat berencana memperkuat standar evaluasi program ini. Bupati mengumumkan bahwa Pemda akan menggandeng Universitas Sanata Dharma untuk melaksanakan Asesmen Satuan Pendidikan khusus bagi sekolah yang memiliki guru kontrak luar Papua.
Asesmen ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai keberhasilan program dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar kebijakan dalam keberlanjutan program guru kontrak di masa depan.
Fokus pada Kelas Awal (SD)
Sebagai langkah strategis jangka pendek, Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera menerbitkan surat resmi kepada seluruh Kepala Sekolah yang memiliki guru kontrak luar Papua.
Instruksi tersebut menegaskan agar para guru kontrak ini difokuskan untuk mengajar di kelas awal (kelas 1, 2, dan 3 SD). Kebijakan ini diambil demi memastikan pondasi dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa benar-benar kokoh sejak dini di bawah bimbingan tenaga pendidik yang berdedikasi.
Kegiatan evaluasi ditutup dengan sesi diskusi dan pengumpulan berkas refleksi guru, yang menandai komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Asmat dalam menjaga mutu pendidikan demi masa depan generasi emas Asmat.
