Agats, 19 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua menggelar Tes dan Wawancara Calon Guru Kontrak dan Honorer Daerah (Honda) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Januari 2026, bertempat di Aula Wiyata Mandala.
Seleksi ini menjadi langkah strategis Pemda Asmat dalam memperkuat kualitas sumber daya pendidik, sekaligus menjawab tantangan serius dunia pendidikan daerah, khususnya rendahnya capaian literasi dan numerasi yang hingga kini masih berada pada kategori merah atau di bawah rata-rata nasional.

Kegiatan resmi dibuka dengan sambutan Ketua Tim BPMP Papua, Sigit Utomo, M.Pd, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara BPMP Papua dan Pemerintah Kabupaten Asmat. Menurutnya, sinergi lintas lembaga ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah terpencil dan perbatasan.
“Kerja sama ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa guru-guru yang direkrut benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen. Mutu pendidikan tidak bisa ditawar, terlebih ketika data menunjukkan bahwa literasi dan numerasi di Asmat masih berada pada zona merah,” ujar Sigit Utomo.
Ia menegaskan bahwa tes dan wawancara yang dilaksanakan bukan sekadar formalitas, melainkan sistem seleksi yang terukur dan objektif, di mana BPMP Papua dan Dinas Pendidikan Asmat terlibat langsung dalam proses penilaian. Harapannya, para calon guru yang terpilih nantinya mampu menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan utama pendidikan dasar, terutama pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, SE., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan secara terstruktur dan kolaboratif di Kabupaten Asmat. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk menghadirkan guru-guru profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian yang kuat.
“Kami berharap seleksi ini melahirkan guru-guru yang sungguh-sungguh mau mengabdi dan bekerja dengan hati. Fokus utama kita adalah menuntaskan rendahnya literasi dan numerasi, terutama pada satuan pendidikan SD, sebagai fondasi pendidikan anak-anak Asmat,” tegas Barbalina.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan juga mengungkapkan kebijakan baru Pemerintah Kabupaten Asmat yang akan mulai diterapkan pada Februari 2026, yakni penerapan sistem absensi digital bagi guru. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan arahan langsung dari Bupati Asmat sebagai upaya meningkatkan disiplin dan memastikan kehadiran guru di sekolah.
“Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan para orang tua siswa yang menyampaikan bahwa masih ada guru yang tidak berada di lokasi tugas. Dengan absensi digital, aktivitas dan kehadiran guru dapat dipantau secara langsung,” jelasnya.
Melalui seleksi yang ketat dan kebijakan pendukung yang tegas, Pemerintah Kabupaten Asmat berharap kualitas layanan pendidikan dapat meningkat secara signifikan, sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Bumi Asmat.
