Agats, 6 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan TK Terpadu Negeri 1 Syuru sebagai satuan pendidikan percontohan yang mengadopsi kurikulum bertaraf internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat (Barbalina Toisuta, SE., M.Pd) menyampaikan bahwa TK Terpadu Negeri 1 Syuru akan melayani pendidikan anak usia dini untuk Kelompok Bermain (KB) usia 2–4 tahun serta Taman Kanak-Kanak (TK) usia 4–6 tahun. Penyelenggaraan satuan pendidikan ini bertujuan untuk memberikan dasar pendidikan yang kuat bagi peserta didik sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, sistem penyelenggaraan pendidikan dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, dengan Yayasan Lai Suhartono (Surabaya Grammar School). Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penerapan standar pembelajaran yang telah teruji.
Pada aspek tenaga pendidik dan kependidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat telah melaksanakan seleksi terhadap 46 orang calon guru, yang berasal dari luar Papua serta guru lokal. Proses seleksi dilakukan oleh tim dari Surabaya Grammar School dengan kriteria berdasarkan standar SGS, termasuk kemampuan mengajar dan penguasaan bahasa Inggris. Dari hasil seleksi tersebut, ditetapkan 15 orang tenaga pendidik untuk ditempatkan pada dua satuan pendidikan percontohan, yaitu TK Terpadu Negeri 1 Syuru di Distrik Kaye dan TK Terpadu Negeri 2 Agats yang berlokasi di Jalan Frans Kaisiepo.
Dari sisi kurikulum, satuan pendidikan TK Terpadu Negeri mengadopsi Kurikulum Cambridge sebagaimana yang diterapkan oleh Surabaya Grammar School. Kepala sekolah dan guru diwajibkan menguasai bahasa Inggris, serta ke depan direncanakan adanya seleksi guru bahasa Mandarin. Selain itu, guru juga diwajibkan menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga peserta didik dapat diperkenalkan dengan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pengenalan koding sejak usia dini.
Untuk mendukung proses pembelajaran, Pemerintah Kabupaten Asmat telah membangun sarana dan prasarana pada tahun 2025 berupa dua ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang baca, serta fasilitas pendukung lainnya seperti tempat bermain dan toilet. Selanjutnya, pada tahun 2026, telah diusulkan pembangunan lanjutan melalui program revitalisasi menggunakan dana pusat berupa enam ruang kelas tambahan yang direncanakan akan difungsikan sebagai satuan Kelompok Bermain.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmat (THOMAS E. SAFANPO, ST., M.SI) menyampaikan keprihatinannya terhadap masih rendahnya kemampuan dan kompetensi literasi serta numerasi anak-anak di Kabupaten Asmat. Menurut Bupati, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Asmat sangat menyayangkan masih rendahnya kemampuan literasi dan numerasi anak-anak Asmat. Oleh karena itu, kehadiran TK Terpadu Negeri ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dasar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sejak usia dini, sehingga ke depan angka rendahnya literasi dan numerasi dapat terus ditekan,” ujar Bupati Asmat.
Bupati Asmat menegaskan bahwa penguatan pendidikan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang daerah dalam menciptakan sumber daya manusia Asmat yang unggul, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pengembangan TK Terpadu Negeri ini, Pemerintah Kabupaten Asmat berharap kualitas pendidikan anak usia dini semakin meningkat serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi dan numerasi anak-anak Asmat di masa mendatang.
